Rabu, 12 September 2012

makalah seminar



MEMBUAT MESIN TETAS DENGAN PEMANAS LAMPU MINYAK











MAKALAH SEMINAR

Oleh :

Febriyan Vrananda
NBP. 1101353028



Dosen Pembimbing   :
Ir. Misfit Putrina , MP
Ir.Yun Sondang, MP
Ir. Yulensri, Msi


Hari/Tanggal          :
Moderator               :
Notulen                    :
Pembahas Utama   :







JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN
POLITEKNIK PERTANIAN UNIVERSITAS ANDALAS
PAYAKUMBUH
2011


MEMBUAT MESIN TETAS DENGAN PEMANAS LAMPU MINYAK *)




 


Febriyan Vrananda **)


I. PENDAHULUAN

Sekarang ini banyak mesin tetas yang digunakan orang, yaitu mesin tetas yang bersumber dari matahari, lampu pijar dan kawat nikelin. Sekarang sudah ada mesin tetas yang bersumber dari lampu minyak. Pembuatan mesin tetas ini dengan tujuan supaya pengembangbiakan ayam, itik dapat ditetaskan dengan banyak. Persentase telur tetas yang dapat menetas lebih besar, yaitu mencapai 70-80 %.
Ukuran telur sangat berpengaruh dalam penggunaan alat ini. Semakin besar ukuran mesin dan semakin kecil ukuran telur, maka semakin banyak telur yang dapat ditetaskan.
Mesin tetas lampu minyak ini dibuat dalam bentuk rangkaian. Dari rangkaian tersebut dibuat menjadi satu bagian sampai menjadi sebuah unit mesin. Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan mesin ini diantaranya papan tripleks untuk dinding, kawat nyamuk untuk pembuatan rak tempat telur tetas dan rak penampungan anak tetas yang baru menetas, termoregulator sebagai pengontrol suhu dalam ruang mesin tetas. Lampu minyak yang dipilih menggunakan semprong karna nyala apinya bagus, apinya mudah dibesarkan atau dikecilkan

II. PERMASALAHAN


Dari paparan diatas dapat diidentifikasi beberapa permasalahan yang terkait dengan judul makalah yaitu; Mesin mudah panas sehingga mesin akan mengalami kerusakan, kinerja alat menjadi tidak efisien, meningkatkan harga produksi.
 

III. PEMBAHASAN

Termometer dipasang didalam mesin untuk mengukur suhu didalam ruangan mesin tetas. Kita bisa tau suhu didalam ruangan setiap saat. Karna kalau terlalu panas proses pemanasan telur tidak akan sempurana.
Didalam mesin juga dipasang termoregulator sebagai pengontrol suhu didalam ruangan. Jadi mesin bisa berjalan dengan lancer dengan adanya termometer dan termoregulator.

3.1. Bahan dan Alat
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan mesin tetas lampu minyak ini diantaranya ialah papan tripleks, kayu reng, kayu kaso, kawat nyamuk, kaca, paku, termoregulator, seng datar, engsel pintu kecil, grendel, dan lem aibon.
Peralatan yang dibutuhkan berupa gergaji sebagai pemotong kayu, meteran sebagai pengukur suhu, dan solder sebagai penyambung seng datar.
Selain bahan dan peralatan tersebut, pada pengoperasian mesin tetas ini nantinya diperlukan lampu minyak yang berfungsi sebagai pemanas mesin tetas, termometer dinding yang digunakan untuk pengukur suhu didalam ruangan mesin tetas.

3.2. cara pembuatan mesin
Secara umum, mesin tetas ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu pipa seng, termoregulator, peti atau kotak, pintu mesin tetas, rak tempat telur, rak penampungan anak tetas, dan bak air.
Dari bagian tersebut dirangkai menjadi sebuah unit mesin. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan mesin tetas ini adalah pada kotak atau peti mesin jangan sampai terdapat kebocoran.
Anggaran biaya alat dan bahan dalam pembuatan mesin tetas ini dalam skala kecil ditunjukan pada table berikut :
Tabel 1. Anggaran bahan pembuatan mesin tetas lampu lampu minyak skala kecil (satu buah)


Uraian
Banyaknya
Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
Papan tripleks
2 lbr
30.000,00
60.000,00
Kayu reng
2 btg
6.000,00
12.000,00
Kayu kaso
1 btg
15.000,00
15.000,00
Kawat nyamuk
1 m2
15.000,00
15.000,00
Seng datar
1 m2
15.000,00
15.000,00
Kaca
2 bh
5.000,00
10.000,00
Paku kayu
1 kg
10.000,00
10.000,00
Paku tripleks
1 kg
10.000,00
10.000,00
Engsel pintu
1 psg
5.000,00
5.000,00
Grendel
1 bh
5.000,00
5.000,00
Lem aibon
1 klg
3.000,00
3.000,00
Sambungan paralon
7 bh
4.000,00
28.000,00
Termoregulator
1 set
75.000,00
75.000,00
Lain-lain
-
25.000,00
25.000,00
Jumlah biaya bahan


288.000,00





Tabel 2. Anggaran alat pembuatan mesin tetas lampu minyak skala kecil (satu buah)


Uraian
Banyaknya
Harga satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
Gunting seng
1 bh
15.000,00
15.000,00
Gergaji kayu
1 bh
25.000,00
25.000,00
Gergaji tripleks
1 bh
25.000,00
25.000,00
Meteran 5 meter
1 bh
15.000,00
15.000,00
Martil
1 bh
15.000,00
15.000,00
Ketam
1 bh
25.000,00
25.000,00
Solder
1 bh
25.000,00
25.000,00
Pahat
1 bh
15.000,00
15.000,00
Jumlah anggaran alat


160.000,00
           


3.3. Cara Kerja Mesin Tetas
Cara kerja mesin tetas ini diawali dengan pemanasan mesin dari lampu minyak. Bila suhu ruangan mesin sudah sesuai dengan yang ditentukan untuk penetasan telur unggas, kini termoregulatornya dapat diatur.
Setelah yakin naik turunnya suhu berjalan dengan baik, selanjutnya giliran pemasukan telur tetas yang diatur pada rak telur. Rak telur maupun rak penampungan diusahakan dapat keluar masuk dengan mudah, sehingga pembalikan telur dapat dilakukan dengan mudah.


IV. KESIMPULAN

Berdasarkan pengamatan uraian diatas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
  1. Dapat mempelajari mengenai mesin tetas lampu minyak.
  2. Kelemahan yang ada pada mesin tetas sinar matahari dan sekam tidak dijumpai pada mesin tetas lampu minyak.
  3. Mesin ini sangat sederhana sehingga cara kerjanya pun sangat sederhana, alat ini dilengkapi dengan pemanas yang pemanasnya dapat diatur secara merata oleh mesin.

V. SARAN

Dalam penulisan makalah ini pasti ada kekurangan, untuk itu penulis memohon kepada pembaca untuk memberikan kritikan dan saran yang membangun untuk kemajuan penulis dalam pembuatan makalah berikutnya.








DAFTAR PUSTAKA


Anonimous. 2002. Beternak Ayam Kampung, http://sultra.litbang.deptan.go.id. 10 November 2011.
Anonimous. 2007. Mesin tetas, http://anekamesin.com/mesin-penetas-telur-tipe-c-200.html. 10 November 2011
Jauhari, N. 2009. Mesin tetas, http://www.mesinpenetastelur.com/. 10 November 2011.
Nurudin Jauhari. 2011. Mesin tetas, http://www.mesinpenetastelur.com/mesin-penetas-telur-bebek.html. 10 November 2011.
Paimin, F. 2006. Membuat dan Mengelola Mesin Tetas. Penebar Swadaya, Jakarta. 151 hal.